Pengertian Rukun dan Syarat Mudharabah

akad mudharabah – Selain akad nikah, akad mudharabah sering diperbincangkan, terutama jika membahas hukum dan ekonomi Islam. Karena rencana mudharabah merupakan alternatif akad pinjaman produk bagi lembaga keuangan syariah.

Meskipun merupakan kata Arab, praktik mudharabah sangat umum. Contoh mudharabah dalam kehidupan sehari-hari adalah model kerjasama bisnis dan sistem bagi hasil, yang sudah sering dianut oleh para pengusaha Indonesia sejak zaman dahulu. Praktik mudharabah juga memiliki kesamaan dengan contoh akad musyarakah dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian mudharabah

Dahulu, akad mudharabah disebut juga Qiradh. Ini adalah kata Arab yang berarti memotong. Karena dalam praktik mudharabah, pemilik modal memotong sebagian kekayaannya untuk keuntungan dan membagikannya kepada pihak lain yang terlibat.

Selain itu, konsep mudharabah disebut juga dharb. Kata itu berarti berjuang. Intinya pihak yang menerima dana akan mati-matian menjalankan usahanya sendiri. Sebab, pada masa lalu, mata pencaharian utama masyarakat Mekkah adalah petani, peternak, dan pedagang, yang membutuhkan aktivitas fisik seperti berjalan kaki.

Sederhananya, definisi mudharabah yang mudah dipahami adalah kerjasama komersial antara dua pihak, yang mengatur pembagian keuntungan dari keuntungan komersial dan pembagian kerugian jika ada kerugian komersial.

Rukun dan Syarat Mudharabah

Menurut prinsip-prinsip hukum Syariah, setiap kegiatan yang dilakukan memiliki faktor penentu yang harus ada dan diselesaikan dalam transaksi.

Juga dalam akad mudharabah. Artikel tentang rukun-rukun penting sistem bagi hasil dibahas lebih rinci tentang rukun-rukun mudharabah.

Penjelasan Singkat Rukun Mudharabah

  1. Kontraktor-Setidaknya ada dua pihak, satu shahibul maal (pemilik dana), dan yang lain pandai mengelola usaha tetapi tidak memiliki dana sebagai pengelola dana (mudharib).
  2. Obyek akad Obyek akad memiliki tiga unsur yang harus dipenuhi, yaitu kerja (dharabah), keuntungan (ribh) dan modal (maal).
  3. Shighah-adalah persetujuan dan kata-kata atau tindakan qabul antara para pihak yang menandatangani kontrak Muharabah.

    Meskipun beberapa syarat mudharabah adalah sebagai berikut:

  • Para pihak dalam transaksi harus orang yang sah dan rasional rational
  • Modal mudharabah harus ada dalam mata uang, dengan jumlah yang jelas dan diketahui.
  • Modal tersebut harus dalam bentuk tunai, bukan berupa hutang kepada pengelola, dan harus diserahkan kepada Mudalibu.
  • Keuntungan harus memiliki skala yang jelas (biasanya dinyatakan dalam persentase) dan harus didistribusikan sesuai dengan metode distribusi yang disepakati bersama
  • Kerugian ditanggung sesuai dengan rasio kontribusi modal yang diajukan.

Source : https://kangsantri.id/

Next Post

No more post

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *